Minggu, 10 November 2019

2.3 Sebutkan dan jelaskan cara memproduksi siaran tv analog dan tv digital



TV Analog


    TV Digital



                   Dari gambar di atas, nampak perbedaan yang sangat mendasar antara siaran tv digital (B) dan siaran tv analog (A). Siaran tv analog, konten siarannya analog dipancarkan melalui pemancar analog menjadi sinyal tv analog pada frekuensi radio uhf/vhf dan diterima oleh pesawat tv analog melalu antena uhf/vhf.

                   Sedangkan siaran tv digital, konten siarannya digital, atau kalau masih analog di-encoding ke digital, dipancarkan tetap pada frekuensi radio uhf/vhf oleh pemancar digital menjadi sinyal tv digital, diterima antena biasa uhf/vhf yang dilengkapi penerima digital (set top box-STB) yang berfungsi mengkonversi sinyal tv digital menjadi sinyal yang bisa diterima tv analog.
    Pada pesawat tv digital tidak lagi memerlukan set top box (penerima digital) karena sudah terintegrasi di dalamnya. Sistem penyiaran tv digital di Indonesia menggunakan standar penyiaran DVB-T2 (Digital Video Broadcasting-Terrestrial Second generation). Ini berarti untuk dapat menerima siaran tv digital, pesawat tv harus dilengkapi alat penerima sinyal tv digital DVB-T2 (Set Top Box – DVB-T2).

                   Perangkat TV Analog menggunakan tabung katoda sebagai display, sementara TV Digital menggunakan panel layar datar seperti LCD, plasma, atau LED. Akibatnya, TV Analog cenderung lebih besar dan tebal dibandingkan dengan TV Digital. TV Analog juga mengonsumsi daya yang lebih banyak dibandingkan dengan TV Digital.

                   Resolusi perangkat TV Digital bisa diatur di angka 480p (SD = Standar Definition) atau bahkan di 780p atau 1080i / p yang dikenal sebagai HD atau high definition. HD memungkinkan untuk meningkatkan ukuran TV tanpa mengorbankan kualitas gambar pada layar. TV Analog menggunakan resolusi SD. Meskipun telah ada upaya untuk mengimplementasikan HDTV untuk TV Analog, akan tetapi persyaratan dalam hal bandwidth yang terlalu besar sehingga tidak mungkin diterapkan.

                   Dalam produksinya, TV Analog biasanya terbatas pada ukuran di bawah 30 inci karena membuat ukuran layar lebih besar menimbulkan tantangan yang lebih besar tanpa keuntungan nyata dalam kualitas gambar. Sementara TV Digital telah berkembang hingga dapat memiliki layar dengan ukuran lebih dari 50 inci.

    Source:

    2.2 Sebutkan dan jelaskan perbedaan tv analog dan digital


    TV digital dan TV analog merupakan jenis siaran TV yang ada saat ini. Penggunaan TV analog di Indonesia sudah ada sejak TVRI pertama kali mengudara pada tahun 1962 bahkan hingga saat inipun masih banyak yang menggunakannya. Dibalik itu sebenarnya pada tahun 2008 TVRI sudah memulai siaran percobaannya dengan menggunakan sistem transmisi digital. Lantas kenapa sih ada siaran digital ? Dan apa perbedaannya dengan tv analog ? Maka dengan ini saya akan mencoba untuk menjelaskan sedikit tentang perbedaan tv analog dan digital.
    Perbedaan yang mendasar adalah dalam hal penerimaan siaran dari sebuah pemancar. Jika dalam penerimaan tv analog masih bergantung dengan jarak penerima dengan pemancar (semakin jauh jaraknya maka akan semakin banyak timbul semut), maka hal itu tidak dapat kita temui pada tv digital. Dalam hal ini tv digital tidak akan menampilkan semut dalam jarak berapapun. TV digital akan menerima siaran dengan jelas hingga jarak maksimum yang dapat dijangkau dari sebuah pemancar digital. Apabila siaran tersebut sudah melebihi batas maksimum, maka hal yang terjadi adalah TV digital sebagai penerima tidak dapat menampilkan gambar apapun yang dikirimkan oleh pemancar. Pada penyiarannya, tv analog langsung menumpangkan sinyal ke frekuensi carrier, namun pada tv digital dikodekan terlebih dahulu sebelum ditransmisikan.
    Siaran TV digital dapat kita tangkap menggunakan TV jenis apapun (tabung, LCD, LED), namun tentunya harus ada penerima siaran TV digitalnya. Pada beberapa TV LCD dan juga LED sudah ada yang dapat menerima siaran digital secara langsung tanpa menggunakan alat tambahan. Namun pada TV LCD, LED, dan jenis tabung yang tidak memiliki penerima siaran digital harus menggunakan alat tambahan untuk menerima siaran digital. Alat tersebut bernama Set Top Box (STB). Siaran digital di Indonesia saat ini menggunakan DVB-T2 (Digital Video Broadcasting-Terestrial 2). Sehingga jika kita ingin membeli STB, pastikan yang kita beli adalah versi DVB-T2.

    Source:

    2.1 Sebutkan sejarah dan jelaskan televisi analog dan digital



    Awal terciptanya televisi dimulai dari ditemukannya Gelombang Elektromagnet oleh ilmuwan Joseph Henry dan Michael Faraday pada tahun 1831, lalu ditemukannya cairan kristal oleh Freidrich Reinitzeer dan Tabung Sinar Katroda oleh Karl Ferdinand Braun. Istilah televisi pertama kali digunakan oleh tokoh Rusia Constatin Perskyl pada tahun 1900 dalam acara International Congress of Electricity. Tokoh Rusia lainnya, Vladimir Zworyki, di tahun 1929 menyempurnakan Tabung Katroda dan temuannya menciptakan CRT. Lalu, tahun 1940, tokoh bernama Peter Goldmark menemukan TV berwarna untuk pertama kalinya dengan menggunakan resolusi 343 garis. Setelah Perang Dunia II usai, masyarakat dunia mulai menikmati televisi. Pada tahun 1950, televisi mulai menjamur dan menjadi pilihan masyarakat, terutama yang masih mengeluarkan warna hitam putih, walaupun televisi berwarna pun sudah ada di waktu itu.

                    Kemudian, pada sekitar tahun 1968, diperkenalkan televisi layar LCD oleh sebuah lembaga bernama RCA yang diketuai George Heilmeier. Pada tahun 1995 tokoh Amerika bernama Larry Webber juga menciptakan layar plasma, yang di tahun itu lebih kuat dibandingkan dengan televisi jenis lainnya. Memasuki tahun 2000-an semua jenis televisi ditingkatkan dan dilakukannya berbagai bentuk penyempurnaan, baik pada LCD, Plasma, maupun CRT.

    Televisi Digital

                    Televisi digital atau DTV adalah jenis televisi yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyiarkan sinyal gambar, suara, dan data ke pesawat televisi. Televisi digital merupakan alat yang digunakan untuk menangkap siaran TV digital, perkembangan dari sistem siaran analog ke digital yang mengubah informasi menjadi sinyal digital berbentuk bit data seperti komputer.

                    Dalam penemuan televisi, terdapat banyak pihak, penemu maupun inovator yang terlibat, baik perorangan maupun badan usaha. Televisi adalah karya massal yang dikembangkan dari tahun ke tahun. Awal dari televisi tentu tidak bisa dipisahkan dari penemuan dasar, hukum gelombang elektromagnetik yang ditemukan oleh Joseph Henry dan Michael Faraday (1831) yang merupakan awal dari era komunikasi elektronik.
    1876 – George Carey menciptakan selenium camera yang digambarkan dapat membuat seseorang melihat gelombang listrik. Belakangan, Eugen Goldstein menyebut tembakan gelombang sinar dalam tabung hampa itu dinamakan sebagai sinar katoda.

    • 1884 – Paul Nipkov, Ilmuwan Jerman, berhasil mengirim gambar elektronik menggunakan kepingan logam yang disebut teleskop elektrik dengan resolusi 18 garis.
    • 1888 – Freidrich Reinitzeer, ahli botani Austria, menemukan cairan kristal (liquid crystals), yang kelak menjadi bahan baku pembuatan LCD. Namun LCD baru dikembangkan sebagai layar 60 tahun kemudian.
    • 1897 – Tabung Sinar Katoda (CRT) pertama diciptakan ilmuwan Jerman, Karl Ferdinand Braun. Ia membuat CRT dengan layar berpendar bila terkena sinar. Inilah yang menjadi dassar televisi layar tabung.
    • 1900 – Istilah Televisi pertama kali dikemukakan Constatin Perskyl dari Rusia pada acara International Congress of Electricity yang pertama dalam Pameran Teknologi Dunia di Paris.
    • 1907 – Campbell Swinton dan Boris Rosing dalam percobaan terpisah menggunakan sinar katoda untuk mengirim gambar.
    • 1927 – Philo T Farnsworth ilmuwan asal Utah, Amerika Serikat mengembangkan televisi modern pertama saat berusia 21 tahun. Gagasannya tentang image dissector tube menjadi dasar kerja televisi.
    • 1929 – Vladimir Zworykin dari Rusia menyempurnakan tabung katoda yang dinamakan kinescope. Temuannya mengembangkan teknologi yang dimiliki CRT.
    • 1940 – Peter Goldmark menciptakan televisi warna dengan resolusi mencapai 343 garis.
    • 1958 – Sebuah karya tulis ilmiah pertama tentang LCD sebagai tampilan dikemukakan Dr. Glenn Brown.
    • 1964 – Prototipe sel tunggal display Televisi Plasma pertamakali diciptakan Donald Bitzer dan Gene Slottow. Langkah ini dilanjutkan Larry Weber.
    • 1967 – James Fergason menemukan teknik twisted nematic, layar LCD yang lebih praktis.
    • 1968 – Layar LCD pertama kali diperkenalkan lembaga RCA yang dipimpin George Heilmeier.
    • 1975 – Larry Weber dari Universitas Illionis mulai merancang layar plasma berwarna.
    • 1979 – Para Ilmuwan dari perusahaan Kodak berhasil menciptakan tampilan jenis baru organic light emitting diode (OLED). Sejak itu, mereka terus mengembangkan jenis televisi OLED. Sementara itu, Walter Spear dan Peter Le Comber membuat display warna LCD dari bahan thin film transfer yang ringan.
    • 1981 – Stasiun televisi Jepang, NHK, mendemonstrasikan teknologi HDTV dengan resolusi mencapai 1.125 garis.
    • 1987 – Kodak mematenkan temuan OLED sebagai peralatan display pertama kali.
    • 1995 – Setelah puluhan tahun melakukan penelitian, akhirnya proyek layar plasma Larry Weber selesai. Ia berhasil menciptakan layar plasma yang lebih stabil dan cemerlang. Larry Weber kemudian megadakan riset dengan investasi senilai 26 juta dolar Amerika Serikat dari perusahaan Matsushita.
    • 2000- Masing masing jenis teknologi layar semakin disempurnakan. Baik LCD, Plasma maupun CRT terus mengeluarkan produk terakhir yang lebih sempurna dari sebelumnya.

    Televisi Analog

                    Pada televisi analog, alat yang digunakan untuk mengkodekan informasi gambar yaitu dengan memvariasikan voltase dan / atau frekuensi dari sinyal. selanjutnya seluruh sistem yang ada sebelum televisi digital dapat dimasukan ke sistem analog. Sistem ini dianggap lebih ribet atau sulit. Pada sistem analog dibutuhkan antena dan kabel yang membantu dalam proses penyiaran.  Sistem yang dipergunakan dalam televisi analog NTSC (national Television System Committee), PAL, dan SECAM.

    Source :

    Minggu, 05 Mei 2019

    Deskripsi diri saya, mengapa saya bisa masuk Universitas Gunadarma, dan Target jangka pendek dan panjang saya

    Deskripsi diri saya:

    Saya adalah orang yang sangat bekerja keras untuk mencapai kesuksesan. Karena bagi saya orang yang hanya malas malasan dan sering mengeluh itu, tidak akan mendapatkan kesuksesannya. Tapi Kekurangan saya adalah saya masih sulit bersosialisasi dengan baik, dibalik kekurangan itu saya yakin saya akan bisa mengatasi itu semua. Dan Saya  adalah seseorang yang teratur dan fokus terhadap hasil kerja. Meskipun begitu saya orang yang realistis ketika mengatur sebuah goal dan mencoba lebih baik dan efisien dalam mencapai goal tersebut.

    Dan Hal hal yang saya sukai adalah mencari cari  troubleshoot pada pc, Mengoding dan bermain Game.
    Olahraga yang sangat saya sukai adalah bermain sepakbola. 



    Bagaimana saya bisa  masuk universitas Gunadarma di Jurusan Teknik Informatika adalah karena saya gagal masuk Politeknik Negeri Malang dan itu sangat sedih sekali. Tapi saya yakin di kampus Gunadarma ini saya yakin
    saya akan mendapatkan pengalaman berharga selama masa perkuliahan S1 ini.
    Dan saya bisa masuk Teknik Informatika karena saya dulu semasa SMK saya melihat teknik informatika itu mirip mirip dengan jurusan di SMK saya.


    Target saya jangka Pendek adalah saya mentargetkan  diri saya agar mahir dalam mengkoding, mahir dalam bersosialisasi dengan benar, dan saya ingin mendapatkan IPK yang cukup di semester ini. Dan semoga saja saya kesampaian berdiri di Gunung Semeru tahun ini.

    Target saya jangka panjang adalah Saya ingin lulus dengan waktu yang pas selama masa kuliah, dan saya ingin bekerja di suatu perusahaan besar negeri yang kerjanya di lapangan, bagi saya itu adalah suatu impian besar bekerja sambil menjelajahi suatu tempat yang indah di negeri ini. Dan satu lagi target saya adalah bisa berkeliling seluruh Indonesia.





    Kamis, 11 April 2019

    Pengertian Cinta dan Keindahan | Tugas Ilmu budaya Sosial

    Pengertian Cinta:
    Menurut kamus umum bahasa Indonesia, cinta adalah rasa sangat suka kepada ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta.
    Walaupun cinta kasih mengandung arti hampir bersamaan, namun terdapat perbedaan juga antara keduanya, cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih lebih keluarnya; dengan kata lain bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.
    Cinta memegang peranan penting dalam kehidupan manusia, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan keluarga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat di masyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab. Demikian pula cinta adalah pengikat yang kokoh antara manusia dengan Tuhannya sehingga manusia menyembah Tuhan dengan ikhlas mengikuti perintah-Nya dan berpegang teguh pada syariat-Nya.
    Pengertian tentang cinta dikemukakan juga oleh Dr. Sarlito W. Sarwono. Dikatakannya bahwa cinta memiliki tiga unsur yaitu keterkaitan, keintiman dan kemesraan. Yang dimaksud dengan keterkaitan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi bersama orang lain kecuali dengan dia. Kalau janji dengan dia harus ditepati. Unsur yang kedua adalah keintiman, yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi. Panggilan-panggilan formal seperti bapak, ibu, saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan:sayang dan sebagainya. Unsur yang ketiga adalah kemesraan, yaitu adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang rnengungkapkan rasa sayang, dan seterusnya.


    Pengertian Keindahan:


    Keindahan adalah sesuatu yang sangat menenangkan jika kita sedang bersedih. Membuat kita terkesima dan terpaku saat melihat dan terpakut atau memperhatikan sesuatu keindahan yang baik, sesuatu yang cantik dan sesuatu yang menenangkan pikiran serta membuat kita nyaman.
    Keindahan dapat kita temui di sekitar kita, dapat sebuah pemandangan, benda, hiasan dsb. Terkadang tidak semua sesuatu yang abstrak itu tidak indah. Contoh banyak sekali lukisan yang bersifat “ abstrak” indah untuk di pandang. Tatkala kita terkesima melihat keindahan yang abstark itu.
    Keindahan itu sangatlah luas. Keindahan dapat kita temui di seluruh penjuru, serta sudut – sudut yang terkadang kita tidak pernah sadar kalau disitu terdapat sebuah keindahan yang sangat amazing/ yang sangat luar biasa.
    Estetika adalah salah satu cabang filsafat. Secara sederhana, estetika adalah ilmu yang membahas tentang suatu keindahan, bagaimana dia bisa terbentuk, dan bagaimana seseorang bisa merasakannya. Pembahasan lebih lanjut mengenai estetika adalah suatu filosofi yang mempelajari nilai – nilai sensoris, yang kadang dianggap sebagai penilaian terhadap sentimen dan rasa. Estetika merupakan cabang yang sangat dekat dengan dilosofi seni.
    Nilai Ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk suatu hallainnya ( Instrumental/ Contribution Value ), yakni bersifat sebagai alat atau membantu. Nilai Ekstrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atau tujuan ataupun demi kepentingan benda itu sendiri.
    Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah yang merupakan suatu proses bermeditasi merenungkan atau berfikir penuh dan mendalami untuk mencari nilai – nilai, makna, manfaat dan tujuan atau niat suatu hasil penciptaan. Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah.

    Rabu, 13 Maret 2019

    Tugas puisi

         Jangan Menyerah


    Oleh : Gema Anjas Sara


    Saat hati mulai resah
                                                               Dengan hidupmu berpikirlah
    Apa tujuan hidupmu
    Nestapa memang sengsara
    Langkah tak pasti
    Bukan emosi 
    Semua yang terjadi
    Kobarkan apa yang terjadi dalam hati

    Kibarkan dera saksi perjuangan
    Terus melangkah 
    Setapak demi setapak
    Jaya telah menanti

    Gumpalan awan mendung gerimis
    Tak menghentikan langkah
    Pengorbanan tak sia tanpa dusta
    Perjuangan adalah kekerasan
    Berdoalah hujan saat langkah berhenti
    Semua hanya uji

    Tak menyerah hanya 
    Detik detik kegagalan
    Bersemangatlah kawan
    Kita adalah satu mimpi

    Tugas Resumen Novel

    Resumen Novel “Laskar Pelangi”
    karya Andrea Hirata

    Identitas buku

    Judul : Laskar Pelangi
    Penulis : Andrea Hirata
    Penerbit : Bentang
    Kota Terbit : Yogyakarta
    TahunTerbit : 2007
    Cetakan : III
    Tebal Buku : 533 halm. Termasuk juga tentang Penulis.
    ISBN : ISBN 979-3062-79-7











    Cerita dalam novel ini berawal dari sebuah tempat di daerah Belitung. Tempat itu adalah Sekolah Dasar Muhammadiyah yang terletak di Gantung, Beltug Timur. Ketika itu merupakan detik-detik yang sangat menegangkan yang di rasakan oleh para anak-anak yang ingin sekolah di sekolah dasar tersebut.

    Kesembilan murid yang sudah daftar diantaranya Lintang, Ikal, A Kiong, Sahara, Syahdan, Borek, Trapani, dan Kucai merasa gelisah karena sekolah yang akan mereka tempati akan ditutup apabila muridnya tidak mencapai 10 orang murid.

    Mereka semua pun sangat cemas karena takut sekolahnya ditutup. Sekolah dasar Muhammadiyah ini merupakan sekolah dasar Islam yang paling tua di Belitung, oleh sebab itu apabila sekolah ini benar-benar ditutup, keluarga yang pra sejahtera akan kesulitan mencarikan sekolah untuk anak-anaknya selain di sekolah dasar Muhamdadiyah ini. Hanya di sekolah dasar inilah anak-anak yang kurang mampu hanya bisa mengenyam pendidikan sekolah dasar mereka.

    Ketika semua murid dan orang tuanya sudah sangat gelisah dan cemas, tiba-tiba datanglah Harun, seorang anak yang memiliki kekurangan mental. Dia menjadi penyelamat bagi kesembian sahabat dan juga orang tuanya, karena dengan datangnya Harun jumlah siswa yang mendaftar di sekolah dasar Muhammadiyah genpa menjadi 10 orang murid.

    Pada akhirnya karena memenuhi syarat, sekolah dasar ini pun tidak jadi ditutup. Dari titik inilah petualangan ke 10 anak itu di mulai. Sekolah pun sudah dimulai, mereka menempatkan tempat duduknya masing-masing, bertemu dengan kepala sekolah yaitu Pak Harfan, mereka saling berkenalan satu sama lainnya. Hal paling lucu ketika sesi perkenalan adalah ketika A Kiong malah ketawa-ketawa saat ditanya namanya oleh guru mereka yaitu Bu Muslimah.

    Hal-hal bodoh yang diperbuat Borek, pemilihan ketua kelas diprotes oleh si Kucai, bakat yang dimiliki Mahar yang sangat luar biasa, Ikal yang pernah mengalami jatuh cinta, hingga Lintang yang mempertaruhkan nyawanya yang setiap harinya bersepeda pulang pergi dari rumah ke sekolah yang jaraknya 80 km.

    Kejadian-kejadian yang ada menjadi sebuah hiasan indah dari kehidupan yang dialami dari kesepuluh anak yang menyebut diri mereka Laskar Pelangi. Mereka memiliki guru yang sangat baik, guru itu bernama Bu Muslimah atau sering dipanggil Bu Mus inilah yang memberikan nama Laskar Pelangi untuk mereka.
    Laskar Pelangi menjadi pilihan karena kesepuluh anak itu sangat suka sekali dengan pelangi. Semua kejadian baik itu susah maupun senang mereka lalui bersama di kelas yang ketika pada malam hari dipakai menjadi kandang hewan ternak. Di sekolah dasar Muhammadiyah inilah Ikal dan sahabat-sahabatnya memperoleh kenangan-kenangan indah yang tidak akan pernah mereka lupakan.
    Kenangan seperti ketika kisah cinta Ikal dan A Ling. Pada mulanya Ikal disuruh ibu guru Mus untuk membeli kapur tulis di toko keluarganya A Ling. Ketika akan membayar, Ikal melihat tangan dan kuku indahnya A Ling, sejak itulah hati Ikal selalu berbunga-bunga selalu membayangkan indahnya kejadian itu.

    Ikal belum pernah melihat kuku seindah A Ling. Pada akhirnya Ikal tahu bahwa orang yang memiliki kuku indah itu namanya A Ling, Ikal pun langsung kasmaran dengan A Ling. Akan tetapi, Ikal harus menelan pahitnya jatuh cinta, karena A Ling harus pindah ke luar daerah untuk menemani sang bibi yang tinggal sendirian.

    Peristiwa ketika Mahar mempunyai ide yang sangat bagus untuk mengikuti lomba seperti karnaval. Mahar memiliki ide untuk mengikuti lomba di karnaval itu dengan menari. Mereka menari seperti orang kesurupan, itu disebabkan karena kalung yang mereka pakai berasal dari buah yang sangat langka dan buah itu hanya ada di Belitung saja, adalah tumbuhan yang menjadikan sekujur tubuh mereka gatal. Hasilnya mereka semua menari seperti orang kemasukan setan. Tapi, berat kejadian itu SD Muhammadiyah menjadi pemeang dalam lomba itu.

    Ada sebuah kejadian saat kedatangan Flo. Dia merupakan anak orang kaya yang pindah dari SD PN, dan masuk ke dalam kehidupan para anggota Laskar Pelangi. Kedatangan Flo membawa pengaruh yang sangat buruk bagi para anggota Laskar Pelangi, terutama Mahar yang saat itu duduk sebangku dengan Flo. Sejak Mahar satu bangku dengan Flo nilai Mahar menjadi jelek yang mengakibtkan Bu Mus sangat kecewa dan marah kepada Mahar.
    Setiap hari yang di lewati mereka enuh dengan canda, tawa dan juga tangis. Tapi, di belakang semua keceriaan yang mereka alami, seorang murid bernama Lintang yang semangat dan kerja kerasnya untuk mendapatkan pendidikan patut kita teladani. Ia tak kenal lelah untuk mengayuh sepedanya pulang pergi dari rumah ke sekolah yang jaraknya sekitar 80 km.
    Itu karena Lintang memiliki alasan yang kuat yaitu supaya dia bisa belajar. Lintang tidak pernah sama sekali merasa mengeluh akan keadaannya itu meski ketika menuju ke sekolah dia harus melewati danau yang ada buayanya. Lintang bisa dibilang murid yang cerdas.

    Hal ini dibuktikan ketika dia mengikuti lomba cerdas cermat bersama Ikal dan Sahara. Ikal dan timnya bisa mengalahkan tim dari Drs. Zulfikar yang merupakan guru sekolah orang kaya SD PN yang memiliki ijazah dan juga sangat terkenal, dengan jawaban tim Ikal yang membawa timnya menajdi juara cerdas cermat.
    Sayangnya semua kisah antara Lintang dan teman-temanya berakhir dengan sedih. Para anggota Laskar Pelangi harus berisah dengan si jenius Lintang. Lintang beserta sahabatnya telah membuktikan bahwasannya bukan dengan fasilitas yang bisa menjadikan seseorang itu pintar dan juga sukses, akan tetapi dengan kemauan yang tinggi dan bekerja keras yang bisa mewujufkan impian yang kita impikan.
    Selang beberapa hari, Lintang tidak pernah masuk sekolah, pada akhirnya sahabat Lintang dan Bu Mus memperoleh surat dari Lintang. Surat ini menjelaskan misteri kenapa selama ini Lintang tidak masuk sekolah. Alasan Lintang tidak bisa ke sekolah lagi disebabkan karena ayah Lintang telah meninggal. Hal ini membuat anggota laskar pelangi menjadi sedih yang sangat mendalam karena tidak bisa bertemu dengan sahabatnya yang jenius itu.

    Beberapa tahun pun berlalu sampai mereka tumbuh menjadi dewasa, mereka semuanya memperoleh pengalaman yang tak ternilai dari peristiwa yang dialami ketika mereka belajar di SD Muhammadiyah. Sebuah ketulusan, persahabatan yang ditunjukkan dan juga dicontohkan oleh Bu Mus, dan juga mimpi yang terus mereka wujudkan. Akhir cerita Ikal melanjutkan sekolahnya di Paris, Sedangkan teman-teman lainnya menjadi orang yang sukses dan membanggakan Belitung.