Minggu, 10 November 2019

2.2 Sebutkan dan jelaskan perbedaan tv analog dan digital


TV digital dan TV analog merupakan jenis siaran TV yang ada saat ini. Penggunaan TV analog di Indonesia sudah ada sejak TVRI pertama kali mengudara pada tahun 1962 bahkan hingga saat inipun masih banyak yang menggunakannya. Dibalik itu sebenarnya pada tahun 2008 TVRI sudah memulai siaran percobaannya dengan menggunakan sistem transmisi digital. Lantas kenapa sih ada siaran digital ? Dan apa perbedaannya dengan tv analog ? Maka dengan ini saya akan mencoba untuk menjelaskan sedikit tentang perbedaan tv analog dan digital.
Perbedaan yang mendasar adalah dalam hal penerimaan siaran dari sebuah pemancar. Jika dalam penerimaan tv analog masih bergantung dengan jarak penerima dengan pemancar (semakin jauh jaraknya maka akan semakin banyak timbul semut), maka hal itu tidak dapat kita temui pada tv digital. Dalam hal ini tv digital tidak akan menampilkan semut dalam jarak berapapun. TV digital akan menerima siaran dengan jelas hingga jarak maksimum yang dapat dijangkau dari sebuah pemancar digital. Apabila siaran tersebut sudah melebihi batas maksimum, maka hal yang terjadi adalah TV digital sebagai penerima tidak dapat menampilkan gambar apapun yang dikirimkan oleh pemancar. Pada penyiarannya, tv analog langsung menumpangkan sinyal ke frekuensi carrier, namun pada tv digital dikodekan terlebih dahulu sebelum ditransmisikan.
Siaran TV digital dapat kita tangkap menggunakan TV jenis apapun (tabung, LCD, LED), namun tentunya harus ada penerima siaran TV digitalnya. Pada beberapa TV LCD dan juga LED sudah ada yang dapat menerima siaran digital secara langsung tanpa menggunakan alat tambahan. Namun pada TV LCD, LED, dan jenis tabung yang tidak memiliki penerima siaran digital harus menggunakan alat tambahan untuk menerima siaran digital. Alat tersebut bernama Set Top Box (STB). Siaran digital di Indonesia saat ini menggunakan DVB-T2 (Digital Video Broadcasting-Terestrial 2). Sehingga jika kita ingin membeli STB, pastikan yang kita beli adalah versi DVB-T2.

Source:

2.1 Sebutkan sejarah dan jelaskan televisi analog dan digital



Awal terciptanya televisi dimulai dari ditemukannya Gelombang Elektromagnet oleh ilmuwan Joseph Henry dan Michael Faraday pada tahun 1831, lalu ditemukannya cairan kristal oleh Freidrich Reinitzeer dan Tabung Sinar Katroda oleh Karl Ferdinand Braun. Istilah televisi pertama kali digunakan oleh tokoh Rusia Constatin Perskyl pada tahun 1900 dalam acara International Congress of Electricity. Tokoh Rusia lainnya, Vladimir Zworyki, di tahun 1929 menyempurnakan Tabung Katroda dan temuannya menciptakan CRT. Lalu, tahun 1940, tokoh bernama Peter Goldmark menemukan TV berwarna untuk pertama kalinya dengan menggunakan resolusi 343 garis. Setelah Perang Dunia II usai, masyarakat dunia mulai menikmati televisi. Pada tahun 1950, televisi mulai menjamur dan menjadi pilihan masyarakat, terutama yang masih mengeluarkan warna hitam putih, walaupun televisi berwarna pun sudah ada di waktu itu.

                Kemudian, pada sekitar tahun 1968, diperkenalkan televisi layar LCD oleh sebuah lembaga bernama RCA yang diketuai George Heilmeier. Pada tahun 1995 tokoh Amerika bernama Larry Webber juga menciptakan layar plasma, yang di tahun itu lebih kuat dibandingkan dengan televisi jenis lainnya. Memasuki tahun 2000-an semua jenis televisi ditingkatkan dan dilakukannya berbagai bentuk penyempurnaan, baik pada LCD, Plasma, maupun CRT.

Televisi Digital

                Televisi digital atau DTV adalah jenis televisi yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyiarkan sinyal gambar, suara, dan data ke pesawat televisi. Televisi digital merupakan alat yang digunakan untuk menangkap siaran TV digital, perkembangan dari sistem siaran analog ke digital yang mengubah informasi menjadi sinyal digital berbentuk bit data seperti komputer.

                Dalam penemuan televisi, terdapat banyak pihak, penemu maupun inovator yang terlibat, baik perorangan maupun badan usaha. Televisi adalah karya massal yang dikembangkan dari tahun ke tahun. Awal dari televisi tentu tidak bisa dipisahkan dari penemuan dasar, hukum gelombang elektromagnetik yang ditemukan oleh Joseph Henry dan Michael Faraday (1831) yang merupakan awal dari era komunikasi elektronik.
1876 – George Carey menciptakan selenium camera yang digambarkan dapat membuat seseorang melihat gelombang listrik. Belakangan, Eugen Goldstein menyebut tembakan gelombang sinar dalam tabung hampa itu dinamakan sebagai sinar katoda.

  • 1884 – Paul Nipkov, Ilmuwan Jerman, berhasil mengirim gambar elektronik menggunakan kepingan logam yang disebut teleskop elektrik dengan resolusi 18 garis.
  • 1888 – Freidrich Reinitzeer, ahli botani Austria, menemukan cairan kristal (liquid crystals), yang kelak menjadi bahan baku pembuatan LCD. Namun LCD baru dikembangkan sebagai layar 60 tahun kemudian.
  • 1897 – Tabung Sinar Katoda (CRT) pertama diciptakan ilmuwan Jerman, Karl Ferdinand Braun. Ia membuat CRT dengan layar berpendar bila terkena sinar. Inilah yang menjadi dassar televisi layar tabung.
  • 1900 – Istilah Televisi pertama kali dikemukakan Constatin Perskyl dari Rusia pada acara International Congress of Electricity yang pertama dalam Pameran Teknologi Dunia di Paris.
  • 1907 – Campbell Swinton dan Boris Rosing dalam percobaan terpisah menggunakan sinar katoda untuk mengirim gambar.
  • 1927 – Philo T Farnsworth ilmuwan asal Utah, Amerika Serikat mengembangkan televisi modern pertama saat berusia 21 tahun. Gagasannya tentang image dissector tube menjadi dasar kerja televisi.
  • 1929 – Vladimir Zworykin dari Rusia menyempurnakan tabung katoda yang dinamakan kinescope. Temuannya mengembangkan teknologi yang dimiliki CRT.
  • 1940 – Peter Goldmark menciptakan televisi warna dengan resolusi mencapai 343 garis.
  • 1958 – Sebuah karya tulis ilmiah pertama tentang LCD sebagai tampilan dikemukakan Dr. Glenn Brown.
  • 1964 – Prototipe sel tunggal display Televisi Plasma pertamakali diciptakan Donald Bitzer dan Gene Slottow. Langkah ini dilanjutkan Larry Weber.
  • 1967 – James Fergason menemukan teknik twisted nematic, layar LCD yang lebih praktis.
  • 1968 – Layar LCD pertama kali diperkenalkan lembaga RCA yang dipimpin George Heilmeier.
  • 1975 – Larry Weber dari Universitas Illionis mulai merancang layar plasma berwarna.
  • 1979 – Para Ilmuwan dari perusahaan Kodak berhasil menciptakan tampilan jenis baru organic light emitting diode (OLED). Sejak itu, mereka terus mengembangkan jenis televisi OLED. Sementara itu, Walter Spear dan Peter Le Comber membuat display warna LCD dari bahan thin film transfer yang ringan.
  • 1981 – Stasiun televisi Jepang, NHK, mendemonstrasikan teknologi HDTV dengan resolusi mencapai 1.125 garis.
  • 1987 – Kodak mematenkan temuan OLED sebagai peralatan display pertama kali.
  • 1995 – Setelah puluhan tahun melakukan penelitian, akhirnya proyek layar plasma Larry Weber selesai. Ia berhasil menciptakan layar plasma yang lebih stabil dan cemerlang. Larry Weber kemudian megadakan riset dengan investasi senilai 26 juta dolar Amerika Serikat dari perusahaan Matsushita.
  • 2000- Masing masing jenis teknologi layar semakin disempurnakan. Baik LCD, Plasma maupun CRT terus mengeluarkan produk terakhir yang lebih sempurna dari sebelumnya.

Televisi Analog

                Pada televisi analog, alat yang digunakan untuk mengkodekan informasi gambar yaitu dengan memvariasikan voltase dan / atau frekuensi dari sinyal. selanjutnya seluruh sistem yang ada sebelum televisi digital dapat dimasukan ke sistem analog. Sistem ini dianggap lebih ribet atau sulit. Pada sistem analog dibutuhkan antena dan kabel yang membantu dalam proses penyiaran.  Sistem yang dipergunakan dalam televisi analog NTSC (national Television System Committee), PAL, dan SECAM.

Source :

Minggu, 05 Mei 2019

Deskripsi diri saya, mengapa saya bisa masuk Universitas Gunadarma, dan Target jangka pendek dan panjang saya

Deskripsi diri saya:

Saya adalah orang yang sangat bekerja keras untuk mencapai kesuksesan. Karena bagi saya orang yang hanya malas malasan dan sering mengeluh itu, tidak akan mendapatkan kesuksesannya. Tapi Kekurangan saya adalah saya masih sulit bersosialisasi dengan baik, dibalik kekurangan itu saya yakin saya akan bisa mengatasi itu semua. Dan Saya  adalah seseorang yang teratur dan fokus terhadap hasil kerja. Meskipun begitu saya orang yang realistis ketika mengatur sebuah goal dan mencoba lebih baik dan efisien dalam mencapai goal tersebut.

Dan Hal hal yang saya sukai adalah mencari cari  troubleshoot pada pc, Mengoding dan bermain Game.
Olahraga yang sangat saya sukai adalah bermain sepakbola. 



Bagaimana saya bisa  masuk universitas Gunadarma di Jurusan Teknik Informatika adalah karena saya gagal masuk Politeknik Negeri Malang dan itu sangat sedih sekali. Tapi saya yakin di kampus Gunadarma ini saya yakin
saya akan mendapatkan pengalaman berharga selama masa perkuliahan S1 ini.
Dan saya bisa masuk Teknik Informatika karena saya dulu semasa SMK saya melihat teknik informatika itu mirip mirip dengan jurusan di SMK saya.


Target saya jangka Pendek adalah saya mentargetkan  diri saya agar mahir dalam mengkoding, mahir dalam bersosialisasi dengan benar, dan saya ingin mendapatkan IPK yang cukup di semester ini. Dan semoga saja saya kesampaian berdiri di Gunung Semeru tahun ini.

Target saya jangka panjang adalah Saya ingin lulus dengan waktu yang pas selama masa kuliah, dan saya ingin bekerja di suatu perusahaan besar negeri yang kerjanya di lapangan, bagi saya itu adalah suatu impian besar bekerja sambil menjelajahi suatu tempat yang indah di negeri ini. Dan satu lagi target saya adalah bisa berkeliling seluruh Indonesia.





Kamis, 11 April 2019

Pengertian Cinta dan Keindahan | Tugas Ilmu budaya Sosial

Pengertian Cinta:
Menurut kamus umum bahasa Indonesia, cinta adalah rasa sangat suka kepada ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta.
Walaupun cinta kasih mengandung arti hampir bersamaan, namun terdapat perbedaan juga antara keduanya, cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih lebih keluarnya; dengan kata lain bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.
Cinta memegang peranan penting dalam kehidupan manusia, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan keluarga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat di masyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab. Demikian pula cinta adalah pengikat yang kokoh antara manusia dengan Tuhannya sehingga manusia menyembah Tuhan dengan ikhlas mengikuti perintah-Nya dan berpegang teguh pada syariat-Nya.
Pengertian tentang cinta dikemukakan juga oleh Dr. Sarlito W. Sarwono. Dikatakannya bahwa cinta memiliki tiga unsur yaitu keterkaitan, keintiman dan kemesraan. Yang dimaksud dengan keterkaitan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi bersama orang lain kecuali dengan dia. Kalau janji dengan dia harus ditepati. Unsur yang kedua adalah keintiman, yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi. Panggilan-panggilan formal seperti bapak, ibu, saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan:sayang dan sebagainya. Unsur yang ketiga adalah kemesraan, yaitu adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang rnengungkapkan rasa sayang, dan seterusnya.


Pengertian Keindahan:


Keindahan adalah sesuatu yang sangat menenangkan jika kita sedang bersedih. Membuat kita terkesima dan terpaku saat melihat dan terpakut atau memperhatikan sesuatu keindahan yang baik, sesuatu yang cantik dan sesuatu yang menenangkan pikiran serta membuat kita nyaman.
Keindahan dapat kita temui di sekitar kita, dapat sebuah pemandangan, benda, hiasan dsb. Terkadang tidak semua sesuatu yang abstrak itu tidak indah. Contoh banyak sekali lukisan yang bersifat “ abstrak” indah untuk di pandang. Tatkala kita terkesima melihat keindahan yang abstark itu.
Keindahan itu sangatlah luas. Keindahan dapat kita temui di seluruh penjuru, serta sudut – sudut yang terkadang kita tidak pernah sadar kalau disitu terdapat sebuah keindahan yang sangat amazing/ yang sangat luar biasa.
Estetika adalah salah satu cabang filsafat. Secara sederhana, estetika adalah ilmu yang membahas tentang suatu keindahan, bagaimana dia bisa terbentuk, dan bagaimana seseorang bisa merasakannya. Pembahasan lebih lanjut mengenai estetika adalah suatu filosofi yang mempelajari nilai – nilai sensoris, yang kadang dianggap sebagai penilaian terhadap sentimen dan rasa. Estetika merupakan cabang yang sangat dekat dengan dilosofi seni.
Nilai Ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk suatu hallainnya ( Instrumental/ Contribution Value ), yakni bersifat sebagai alat atau membantu. Nilai Ekstrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atau tujuan ataupun demi kepentingan benda itu sendiri.
Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah yang merupakan suatu proses bermeditasi merenungkan atau berfikir penuh dan mendalami untuk mencari nilai – nilai, makna, manfaat dan tujuan atau niat suatu hasil penciptaan. Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah.

Rabu, 13 Maret 2019

Tugas puisi

     Jangan Menyerah


Oleh : Gema Anjas Sara


Saat hati mulai resah
                                                           Dengan hidupmu berpikirlah
Apa tujuan hidupmu
Nestapa memang sengsara
Langkah tak pasti
Bukan emosi 
Semua yang terjadi
Kobarkan apa yang terjadi dalam hati

Kibarkan dera saksi perjuangan
Terus melangkah 
Setapak demi setapak
Jaya telah menanti

Gumpalan awan mendung gerimis
Tak menghentikan langkah
Pengorbanan tak sia tanpa dusta
Perjuangan adalah kekerasan
Berdoalah hujan saat langkah berhenti
Semua hanya uji

Tak menyerah hanya 
Detik detik kegagalan
Bersemangatlah kawan
Kita adalah satu mimpi

Tugas Resumen Novel

Resumen Novel “Laskar Pelangi”
karya Andrea Hirata

Identitas buku

Judul : Laskar Pelangi
Penulis : Andrea Hirata
Penerbit : Bentang
Kota Terbit : Yogyakarta
TahunTerbit : 2007
Cetakan : III
Tebal Buku : 533 halm. Termasuk juga tentang Penulis.
ISBN : ISBN 979-3062-79-7











Cerita dalam novel ini berawal dari sebuah tempat di daerah Belitung. Tempat itu adalah Sekolah Dasar Muhammadiyah yang terletak di Gantung, Beltug Timur. Ketika itu merupakan detik-detik yang sangat menegangkan yang di rasakan oleh para anak-anak yang ingin sekolah di sekolah dasar tersebut.

Kesembilan murid yang sudah daftar diantaranya Lintang, Ikal, A Kiong, Sahara, Syahdan, Borek, Trapani, dan Kucai merasa gelisah karena sekolah yang akan mereka tempati akan ditutup apabila muridnya tidak mencapai 10 orang murid.

Mereka semua pun sangat cemas karena takut sekolahnya ditutup. Sekolah dasar Muhammadiyah ini merupakan sekolah dasar Islam yang paling tua di Belitung, oleh sebab itu apabila sekolah ini benar-benar ditutup, keluarga yang pra sejahtera akan kesulitan mencarikan sekolah untuk anak-anaknya selain di sekolah dasar Muhamdadiyah ini. Hanya di sekolah dasar inilah anak-anak yang kurang mampu hanya bisa mengenyam pendidikan sekolah dasar mereka.

Ketika semua murid dan orang tuanya sudah sangat gelisah dan cemas, tiba-tiba datanglah Harun, seorang anak yang memiliki kekurangan mental. Dia menjadi penyelamat bagi kesembian sahabat dan juga orang tuanya, karena dengan datangnya Harun jumlah siswa yang mendaftar di sekolah dasar Muhammadiyah genpa menjadi 10 orang murid.

Pada akhirnya karena memenuhi syarat, sekolah dasar ini pun tidak jadi ditutup. Dari titik inilah petualangan ke 10 anak itu di mulai. Sekolah pun sudah dimulai, mereka menempatkan tempat duduknya masing-masing, bertemu dengan kepala sekolah yaitu Pak Harfan, mereka saling berkenalan satu sama lainnya. Hal paling lucu ketika sesi perkenalan adalah ketika A Kiong malah ketawa-ketawa saat ditanya namanya oleh guru mereka yaitu Bu Muslimah.

Hal-hal bodoh yang diperbuat Borek, pemilihan ketua kelas diprotes oleh si Kucai, bakat yang dimiliki Mahar yang sangat luar biasa, Ikal yang pernah mengalami jatuh cinta, hingga Lintang yang mempertaruhkan nyawanya yang setiap harinya bersepeda pulang pergi dari rumah ke sekolah yang jaraknya 80 km.

Kejadian-kejadian yang ada menjadi sebuah hiasan indah dari kehidupan yang dialami dari kesepuluh anak yang menyebut diri mereka Laskar Pelangi. Mereka memiliki guru yang sangat baik, guru itu bernama Bu Muslimah atau sering dipanggil Bu Mus inilah yang memberikan nama Laskar Pelangi untuk mereka.
Laskar Pelangi menjadi pilihan karena kesepuluh anak itu sangat suka sekali dengan pelangi. Semua kejadian baik itu susah maupun senang mereka lalui bersama di kelas yang ketika pada malam hari dipakai menjadi kandang hewan ternak. Di sekolah dasar Muhammadiyah inilah Ikal dan sahabat-sahabatnya memperoleh kenangan-kenangan indah yang tidak akan pernah mereka lupakan.
Kenangan seperti ketika kisah cinta Ikal dan A Ling. Pada mulanya Ikal disuruh ibu guru Mus untuk membeli kapur tulis di toko keluarganya A Ling. Ketika akan membayar, Ikal melihat tangan dan kuku indahnya A Ling, sejak itulah hati Ikal selalu berbunga-bunga selalu membayangkan indahnya kejadian itu.

Ikal belum pernah melihat kuku seindah A Ling. Pada akhirnya Ikal tahu bahwa orang yang memiliki kuku indah itu namanya A Ling, Ikal pun langsung kasmaran dengan A Ling. Akan tetapi, Ikal harus menelan pahitnya jatuh cinta, karena A Ling harus pindah ke luar daerah untuk menemani sang bibi yang tinggal sendirian.

Peristiwa ketika Mahar mempunyai ide yang sangat bagus untuk mengikuti lomba seperti karnaval. Mahar memiliki ide untuk mengikuti lomba di karnaval itu dengan menari. Mereka menari seperti orang kesurupan, itu disebabkan karena kalung yang mereka pakai berasal dari buah yang sangat langka dan buah itu hanya ada di Belitung saja, adalah tumbuhan yang menjadikan sekujur tubuh mereka gatal. Hasilnya mereka semua menari seperti orang kemasukan setan. Tapi, berat kejadian itu SD Muhammadiyah menjadi pemeang dalam lomba itu.

Ada sebuah kejadian saat kedatangan Flo. Dia merupakan anak orang kaya yang pindah dari SD PN, dan masuk ke dalam kehidupan para anggota Laskar Pelangi. Kedatangan Flo membawa pengaruh yang sangat buruk bagi para anggota Laskar Pelangi, terutama Mahar yang saat itu duduk sebangku dengan Flo. Sejak Mahar satu bangku dengan Flo nilai Mahar menjadi jelek yang mengakibtkan Bu Mus sangat kecewa dan marah kepada Mahar.
Setiap hari yang di lewati mereka enuh dengan canda, tawa dan juga tangis. Tapi, di belakang semua keceriaan yang mereka alami, seorang murid bernama Lintang yang semangat dan kerja kerasnya untuk mendapatkan pendidikan patut kita teladani. Ia tak kenal lelah untuk mengayuh sepedanya pulang pergi dari rumah ke sekolah yang jaraknya sekitar 80 km.
Itu karena Lintang memiliki alasan yang kuat yaitu supaya dia bisa belajar. Lintang tidak pernah sama sekali merasa mengeluh akan keadaannya itu meski ketika menuju ke sekolah dia harus melewati danau yang ada buayanya. Lintang bisa dibilang murid yang cerdas.

Hal ini dibuktikan ketika dia mengikuti lomba cerdas cermat bersama Ikal dan Sahara. Ikal dan timnya bisa mengalahkan tim dari Drs. Zulfikar yang merupakan guru sekolah orang kaya SD PN yang memiliki ijazah dan juga sangat terkenal, dengan jawaban tim Ikal yang membawa timnya menajdi juara cerdas cermat.
Sayangnya semua kisah antara Lintang dan teman-temanya berakhir dengan sedih. Para anggota Laskar Pelangi harus berisah dengan si jenius Lintang. Lintang beserta sahabatnya telah membuktikan bahwasannya bukan dengan fasilitas yang bisa menjadikan seseorang itu pintar dan juga sukses, akan tetapi dengan kemauan yang tinggi dan bekerja keras yang bisa mewujufkan impian yang kita impikan.
Selang beberapa hari, Lintang tidak pernah masuk sekolah, pada akhirnya sahabat Lintang dan Bu Mus memperoleh surat dari Lintang. Surat ini menjelaskan misteri kenapa selama ini Lintang tidak masuk sekolah. Alasan Lintang tidak bisa ke sekolah lagi disebabkan karena ayah Lintang telah meninggal. Hal ini membuat anggota laskar pelangi menjadi sedih yang sangat mendalam karena tidak bisa bertemu dengan sahabatnya yang jenius itu.

Beberapa tahun pun berlalu sampai mereka tumbuh menjadi dewasa, mereka semuanya memperoleh pengalaman yang tak ternilai dari peristiwa yang dialami ketika mereka belajar di SD Muhammadiyah. Sebuah ketulusan, persahabatan yang ditunjukkan dan juga dicontohkan oleh Bu Mus, dan juga mimpi yang terus mereka wujudkan. Akhir cerita Ikal melanjutkan sekolahnya di Paris, Sedangkan teman-teman lainnya menjadi orang yang sukses dan membanggakan Belitung.

Senin, 29 Oktober 2018

Tugas Ilmu Sosial Dasar


INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT

Arjuna Rachmat Omar             (51418106)    1IA16
Dimas Nugraha                           (51418969)    1IA16
Gema Anjas Sara                        (52418880)    1IA16
Tsaqif Syihab Az-Zuhri           (57418158)    1IA16

1.     PERTUMBUHAN INDIVIDU
A.    PENGERTIAN INDIVIDU
“Individu” berasal dari kata latin, “individuum” artinya “yang tidak terbagi”. Jadi Individu merupakan suatu sebutan yang dipakai untuk menyatakan kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Dalam ilmu sosial, Individu menekankan penyelidikan pada kenyataan-kenyataan hidup istimewa yang tak seberapa mempengaruhi kehidupan manusia. Individu bukan berarti manusia sebagai suatu kesatuan melainkan manusia sebagai makhluk hidup yang dihitung dalam “perseorangan”.
Oleh karena itulah, sifat satu individu dengan yang lainnya berbeda meskipun mereka tinggal dalam satu lingkungan yang sama. Sejenis tetapi tidaklah sama, pola pikir dan sifat memiliki cirinya tersendiri. Karena diferensiasi itulah, Individu memiliki keuntungan dalam mengetahui sejumlah wawasan seperti bahasa, agama, adat istiadat, hukum, ilmu pengetahuan dan sebagainya. Berdasarkah hal tersebut maka diperolehlah kesimpulan bahwa Individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga memiliki pola dan tingkah laku spesifik dan lainnya.

B.     PENGERTIAN PERTUMBUHAN
Secara generalisasi, pertumbuhan adalah proses pertambahan ukuran, volume dan massa yang bersifat irreversible (tidak dapat dibalik) karena adanya pembesaran sel dan pertambahan jumblah sel akibat adanya proses pembelahan sel. Pertumbuhan dapat dinyatakan secara kuantitatif karena pertumbuhan dapat diketahui dengan cara melihat perubahan yang terjadi pada makhluk hidup yang bersangkutan. Perubahan dalam proses pertumbuhan biasanya disebut dengan istilah protes. Menurut pengertian ahli aliran asosiasi, Pertumbuhan adalah suatu proses asosiasi yaitu terjadinya perubahan pada seseorang secara bertahap karena pengaruh baik dari pengalaman empiris luar maupun panca indera yang menimbulkan sensations atau pengalaman melalui keadaan mental sendiri yang menimbulkan reflection.
Sedangkan menurut pendapat ahli psikologis Gestalt, Pertumbuhan adalah suatu proses differensiasi yaitu terjadinya pertumbuhan pada seseorang secara perlahan dengan mengenal sesuatu secara keseluruhan barulah kemudian mengenal bagian-bagian dari lingkungan yang ada. Diliain pihak menurut konsepsi sosialisasi, Pertumbuhan merupakan salah satu proses dari sosialisasi dimana individu secara perlahan tumbuh dengan berinteraksi sosial bersama individu lainnya baik di dalam maupun luar lingkungannya.

C.     FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN
Pada garis besarnya, perumbuhan itu terbagi menjadi tiga aliran yaitu;
A.     Pendirian Nativistik, Menurut pendapat ahli mengenai aliran ini, Pertumbuhan individu itu semata-mata ditentukan oleh faktor yang dibawa sejak lahir. Mereka berpendapat bahwa jika orang tua seorang anak memiliki bakat tertentu, misalnya penyanyi atau pelukis, maka bakat yang dimiliki orang tua itu bisa saja menurun dan diwariskan pada anaknya. Sehingga anak tersebut memiliki suatu kemiripan dengan figure orang tua kandungnya. Namun sampai saat ini masih diragukan apakah kesamaan yang dimiliki anak dan orang tuanya ini berasal dari pembawaan sejak lahir ataukah karena ditopang berbagai fasilitas yang menuntunnya melalui jalan yang sama seperti orang tuanya.
B.     Pendirian Empiristik dan Enviromentalistik, Teori ini adalah kebalikan dari Nativistik. Para ahli berpendapat bahwa pertumbuhan individu itu berasal dari lingkungannya bukan pada dasar yang terpendam di dalam diri sejatinya. Jadi, pada dasarnya, pendirian ini menolak pada dasar yang ada di dalam diri Individu dan lebih menekankan pada lingkungan dimana Individu itu berada. Pendirian macam ini biasa disebut Enviromentalistik. Menurut paham ini, di dalam pertumbuhan Individu baik dasar maupun lingkungan sama-sama memegang pemeranan yang sangat penting dimana bakat dan dasar yang dimiliki individu itu haruslah dapat diserasikan dengan lingkungannya. Misalnya, seorang anak yang tumbuh di lingkungan masyarakat normal suatu saat juga akan menjadi bagian dari masyarakat tersebut ketika dewasa nanti sedangkan seorang anak yang hidup terlantar di dalam hutan dan diasuh oleh komplotan serigala kelak ketika dewasa nanti akan bertingkah laku layaknya serigala, ia meniru apa yang diberikan lingkungan kepadanya.
C.     Pendirian Konvergensi dan Interaksionisme, Konsepsi konvergensi ialah konsepsi interaksionisme yang berpandangan dinamis yang menyatakan bahwa interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu. Nampak lain dengan konsepsi konvergensi yang berpandangan oleh dasar (bakat) dan lingkungan. B. MACAM – MACAM FUNGSI KELUARGA

D.    TAHAPAN PERTUMBUHAN INDIVIDU BERDASAR PSIKOLOGI
·       Masa Vital (0 – 2), yaitu masa seorang Individu untuk mempelajari berbagai hal yang ada di dunianya karena pada masa itu ia baru dilahirkan ke dunia.
·       Masa Estetik (2 – 7), yaitu masa seorang Individu mempelajari panca indera yang dimilikinya.
·       Masa Intelektual (7 – 14), yaitu masa seorang Individu dalam mempelajari suatu hal yang dianggap baik atau buruk dimana hal tersebut akan mempengaruhi pembentukan karakter yang ia miliki di masa depan yang akan datang.
·       Masa Sosial (14 – 21), yaitu masa dimana seorang Individu sudah dapat menguji dirinya sendiri lebih lanjut dalam kehidupan serta menghasilkan suatu keterampilan dan kemampuan untuk membuat pendirian hidup.

2.     KELUARGA
A.     PENGERTIAN KELUARGA
Keluarga berasal bahasa Sanskerta: “kulawarga”; “ras” dan “warga” yang berarti anggota. Berdasarkan penjelasan di atas, Keluarga adalah lingkungan yang terdapat beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah. Generalisasi lain juga menerangkan bahwa keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
Menurut Salvicion dan Celis (1998), di dalam keluarga terdapat dua atau lebih dari dua pribadi yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan, di hidupnya dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan di dalam perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan Keluarga juga merupakan kelompok pertama yang dikenal oleh Individu dan memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap pertumbuhan maupun perkembangan Individu tersebut baik sebelum maupun sesudah dirinya terjun secara langsung dan menjadi bagian dari Masyarakat dalam lingkungannya.

B.     MACAM – MACAM FUNGSI KELUARGA
Ø  Fungsi Biologis, yaitu fungsi Keluarga dalam melakukan tugas utamanya untuk meneruskan keturunannya.
Ø  Fungsi Pemeliharaan, yaitu fungsi Keluarga untuk melindungi setiap bagian anggota keluarganya dari gangguan – gangguan dengan cara menyediakan rumah sebagai tempat bernaung, memberikan layanan kesehatan ketika salah satu anggotanya sakit dan memberikan keamanan dari segala bahaya yang mengancam.
Ø  Fungsi Ekonomi, yaitu fungsi Keluarga sebagai pemenuh kebutuhan setiap anggotanya. Misalnya seperti seorang kepala keluarga yang mencari nafka untuk mencukupi kebutuhan keluarganya setiap hari.
Ø  Fungsi Keagamaan, yaitu fungsi Keluarga sebagai media untuk mengenalkan/menanamkan nilai-nilai atau unsur keagamaan kepada anggotanya. Misalnya dengan menanamkan keyakinan umat manusia akan adanya Tuhan serta jalan hidup di dunia ini maupun di akhirat kelak.
Ø  Fungsi Sosial, yaitu fungsi Keluarga sebagai pemersiap masa depan anaknya jika kelak suatu saat nanti terjun ke dalam dunia masyarakat dan lingkungannya.

Sedangkan dalam Buku Sosial Dasar karangan Drs. Soewaryo Wangsanegara, beliau berpendapat bahwa fungsi – fungsi dari sebuah Keluarga meliputi hal – hal seperti berikut;
o   Pembentukan Kepribadian, yaitu fungsi keluarga sebagai peletak dasar kepribadian anak – anaknya dengan tujuan untuk memproduksi atau melestarikan kepribadian mereka pada anak dan cucunya.
o   Alat Reproduksi, Erat kaitannya dengan fungsi pertama, Keluarga dalam hal ini berfungsi sebagai alat reproduksi kepribadian – kepribadian yang pada dasarnya berakar dari etika, estetika, moral dan kebudayaan yang berkolerasi fungsional dengan sebuah struktur dalam masyarakat tertentu.
o   Eksponen Dalam Kebudayaan, adalah peran penting Keluarga sebagai transmisi kebudayaan kepada keturunannya.
o   Lembaga Ekonomi, Dalam lembaga masyarakat biasanya tertdapat sistem kekeluargaan yang sangat luas. Sistem kekeluargaan yang saling terjalin inilah yang dapat mempengaruhi dan menguasai bidang perekonomian masing-masing keluarga tersebut yang menjadi anggota di dalamnya.
o   Pusat Pengasuhan dan Pendidikan, Fungsi Keluarga sebagai lembaga pendidikan kepada anaknya dimana mereka memberikan wawasan terhadap keturunannya tersebut dengan caranya tersendiri. Misalnya seorang anak lelaki akan mendapatkan pelatihan dari Ayahnya sebelum ia bisa terjun dan menjadi anggota masyarakat begitu pula sebaliknya dimana anak perempuan mendapat pengajaran dari Ibunya.

3.     MASYARAKAT
A.     DEFINISI MASYARAKAT DAN PENDAPAT PARA AHLI
Masyarakat adalah sejumlah manusia yang merupakan satu kesatuan golongan yang berhubungan tetap dan mempunyai kepentingan yang sama. Sedangkan menurut para ahli, masyarakat adalah;
*     Selo Sumarjan (1974), masyarakatadalah orang-orang yang hidup bersama yang menghasilkan kebudayaan.
*     Koentjaraningrat (1994), masyarakatadalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat terus menerus dan terikat oleh suatu rasa identitas yang sama.
*     Ralph Linton (1968), masyarakatadalah setiap kelompok manusia yang hidup dan bekerja sama dalam waktu yang relatif lama dan mampu membuat keteraturan dalam kehidupan bersama dan mereka menganggap sebagai satu kesatuan sosial.
*     Karl Marx,masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi
*     Paul B. Horton & C. Hunt,masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok / kumpulan manusia tersebut

B.     PENGGOLONGAN MASYARAKAT
Dalam pertumbuhan dan perkembangannya, Masyarakat dibedakan menjadi dua golongan yaitu Masyarakat sederhana dan Masyarakat maju (modern).
*     Masyarakat Sederhana, Kelompok masyarakat yang hidup dalam lingkungan sederhana dan cenderung pembagian pekerjaannya dibedakan menurut jenis kelamin anggotanya.
*     Masyarakat Maju, Kelompok yang memiliki banyak organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu yang hendak dicapainya. Dalam lingkungannya, Masyarakat maju dapat dibedakan menjadi dua yaitu Masyarakat Non-Industri dan Masyarakat Industri sebagai berikut;
o   Masyarakat Non-Industri, Secara garis besar, kelompok nasional atau organisasi kemasyarakatan non industri dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu kelompok primer (primary group) dan kelompok sekunder (secondary group)
§  Kelompok Primer, Dalam kelompok primer, interaksi antar anggota terjalin lebih intensif, lebih erat, lebih akrab. Kelompok primer ini disebut juga kelompok ”face to face group”, sebab para anggota kelompok sering berdialog, bertatap muka, karena itu saling mengenal lebih dekat, lebih akrab. Sifat interaksidalam kelompok-kelompok primer bercorak kekeluargaan dan lebih berdasarkan simpati. Pembagian kerja atau pembagian tugas pada kelompok, yaitu menerima serta menjalankan tugas idak secara paksa, lebih dititik beratkan pada kesadaran, tanggung jawab para anggota dan berlangsung atas dasar rasa simpati dan secara sukarela.
§  Kelompok Sekunder, Antara anggota kelompok sekunder, terpaut saling hubungan tak langsung, formal, juga kurang bersifat kekeluargaan.Oleh karena itu, sifat interaksi, pembagian kerja antar anggota kelompok di atur atas dasar pertimbangan-pertimbangan rasional. Obyektif. Para anggota menerima pembagian kerja/tugas atas dasar kemampuan : keahlian tertentu, disamping dituntut dedikasi. Hal-hal semacam itu diperlukan untuk mencapai target dan tujuan tertentu yang telah dif lot dalam program-program yang telah disepakati.
§  Masyarakat Industri, Jika pembagian kerja bertambah kompleks, suatu tanda bahwa kapasitas masyarakat semakin tinggi. Solidaritas didasarkan pada hubungan saling ketergantungan antara kelompok-kelompok masyarakat yang telah mengenal pengkhususan. Otonomi sejenis, juga menjadi ciri dari bagian atau kelompok-kelompok masyarakat industri. Otonomi sejenis dapat diartikan dengan kepandaian/keahlian khusus yang dimiliki seseorang secara mandiri, sampai pada batas-batas tertentu.

4.     HUBUNGAN ANTARA INDIVIDU, KELUARGA, DAN MASYARAKAT
Manusia sebagai makhluk individu dalam arti tidak dapat dipisahkan antara jiwa dan raganya dalam prosesnya untuk bisa berkembang ia memerlukan keterpaduan antara perkembangan jasmani maupun rohani. Sebagai makhluk yang sosial, seorang individu tidak dapat berdiri sendiri dan saling membutuhkan antara dirinya sendiri dengan individu lainnya untuk mengadakan hubungan sosialisasi di tengah – tengah masyarakat.
Keluarga yang memiliki berbagai fungsi yang dijalankannya merupakan perwujudan dari suatu wahana/wadah dimana seorang Individu mengalami proses bersosialisai untuk yang pertama kalinya juga memiliki peranan yang begitu penting bagi Individu tersebut karena dari keluargalah seorang Individu itu ditempa karakternya untuk bisa menjadi bagian dari masyarakat luas ketika dewasa nanti.
Sebagai bagian yang tak dapat dipisahkan dari masyarakat, Keluarga juga memiliki kolerasi fungsional dengan masyarakat tertentu. Itulah sebabnya mengapa proses pengembangan Individu menjadi seseorang yang berwatak dan memiliki kepribadian seharusnya diarahkan sesuai dengan struktur masyarakat yang ada, sehingga seorang Individu menjadi seseorang yang dewasa dan mampu mengendalikan dirinya sendiri juga melakukan sosialisasi di dalam masyarakat yang ada di lingkungannya.
Masyarakat adalah kelompok manusia yang saling berinteraksi dan memiliki keterikatan untuk mencapai suatu tujuan bersama. Masyarakat adalah tempat dimana seorang Individu mampu melihat dengan jelas proyeksi pengembangan itu. Jika keluarga adalah tempat dimana awal proses bermula, maka dalam masyarakatlah individu akan di uji coba untuk mengembangkan apa yang telah ia dapatkan dari keluarganya untuk diterapkan ketika menjadi bagian dari masyarakat.
Seorang individu yang berada dalam masyarakat tertentu berarti dirinya telah berada dalam suatu konteks budaya tertentu. Pada tahap inilah arti keunikan individu itu menjadi jelas dan bermakna, karena disinilah Individu itu akan terlibat secara langsung dan menjadi perwujudan anggota masyarakat.